Selasa, 09 November 2010

anfisman OTOT


BAB 1
PENDAHULUAN



A.    Tinjauan Pustaka

      Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang fungsinya menggerakkan organ-organ tubuh. Kemampuan tersebut disebabkan karena jaringan otot mampu berkontraksi. Kontraksi otot dapat berlangsung karena molekul-molekul protein yang membangun sel otot dapat memanjang dan memendek.
     Otot ( Musculus ) adalah sebuah jaringan konektif dalam tubuh yang tugas utamanya kontraksi. Kontraksi otot digunakan untuk memindahkan bagian-bagian tubuh & substansi dalam tubuh.
     Struktur otot tersusun atas berkas – berkas sel panjang ( Miofiber ). Setiap Miofiber mengandung ribuan serat – serat yang lebih halus ( Miofibril ). Seutas miofibril tersusun atas filamen – filamen yang terbuat dari dua macam protein yaitu Myosin dan aktin, yang saling tumpang tindih. Miosin membentuk filamen yang lebih tebal dari aktin.
     Mekanisne kerja otot terdiri dari, otot sadar dan tak sadar. Otot sadar bekerja berdasarkan kemauan atau kehendak otak yang akan memberikan kontraksi dan menghasilkan gerakan. Sedangkan otot tak sadar bekerja dibawah kesadaran. Macam – macam otot meliputi otot polos, otot lurik dan otot jantung.
Bagian – bagian otot yaitu :
-  Tendon  = > urat otot, bagian ujung otot yang mengecil.
-  Ventrikel = > empal otot, bagian tengah otot yang menggembung.
-  Origo = > ujung otot yang melekat pada tempat yang tidak bergerak.
-  Insersio = > ujung otot yang melekat pada tempat yang bergerak.
-  Normotrofi = > otot yang besarnya normal.
-  Atrofi = > otot yang mengecil, lisut.
-  Hipertrofi = > otot yang membesar.
-  Diskus Interkalaris  = >  bagian khas otot jantung yang merupakan batas.

B.     Maksud dan Tujuan
      Praktikum Anatomi Fisiologi Manusia kali ini membahas tentang Otot yang ada dalam tubuh manusia. Tujuan dari praktek ini adalah untuk mengetahui macam-macam otot yang ada di tubuh meliputi letak, mekanisma kerja, bentuk, persamaan dan perbedaan.



BAB 2

v  Metodologi Pratikum
            Alat dan Bahan Praktikum     :
1.      Mikroskop
2.      Sempel Otot ( otot lurik, otot jantung, otot polos, otot vena, otot syaraf  )
3.      Buku diktat Anatomi Fisiologi Manusia
4.      Alat tulis
Cara Kerja
1.      Siapkan Mikroskop
2.      Siapkan Sempel yang akan di amati
3.      Pilih perbesaran lensa ( 40 X )
4.      Amati sempel di bawah Mikroskop, dengan memutar – mutar tuas yang ada pada mikroskop hingga dapat terlihat struktur dari otot tersebut
5.      Catat hasil pengamatan














BAB 3

v  Hasil Praktikum
Hasil Praktikum Otot
No
Morfologi
Otot Polos
Otot Lurik
Otot Jantung
Syaraf
Vena
1.
Letak pada organ
Pada dinding pembuluh darah, dinding limfe, dinding saluran pencernaan
Melekat pada tulang (kerangka) juga ada yang di Kulit
Hanya ada pada dinding jantung
Pada organ syaraf  (SSP)
Pada pembuluh darah
2.
Inti sel
Hanya ada satu terletak di tengah
Banyak terletak dipinggir
Banyak, terletak ditengah
Banyak, letaknya tersebar
Hanya ada satu di tengah
3.
Ciri -Ciri
Bentuknya gelondong,ujungnya merucing tengah melendung, polos tidak ada garis bekerja secara tidak sadar
Bentuk silindris memanjang, banyak inti sel di pinggir, bekerja secara tidak sadar
Bentuk menyerupai otot lurik tapi bercabang, banyak memiliki inti sel ditengah, bekerja secara tak sadar
Bentuknya silindris, inti sel banya menyebar, inti sel berwarna hitam, bekerja secara tak sadar
Jarinagn otot menumpuk, inti sel hanya satu di tengah, bekerja secara tak sadar
4.
Gambar









5.
Persamaan & Perbedaan
Persamaan : Mekanisme kerja sama dengan otot syaraf & jantung
Perbedaan :  Inti sel hanya 1 di tengah
Perbedaan : Bekerja secara sadar inti sel banyak ditepi tetapi menumpuk
Persamaan : Mekanisme kerja sama dengan otot  polos
Perbedaan : Intisel = otot lurik banyak tapi di tengah, struktur = otot lurik bergaris tetapi bercabang

Persamaan  Mekanisme kerja = otot polos & jantung
Perbedaan intisel banyak dan menyebar
Persamaan Mekanisme kerja = otot polos
Perbedaan jaringannya menumpuk sehingga sulit menemukan inti sel









v  Pembahasan
Otot adalah sebuah jaringan konektif dalam tubuh yang tugas utamanya kontraksi. Kontraksi otot digunakan untuk memindahkan bagian-bagian tubuh & substansi dalam tubuh.
Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang fungsinya menggerakkan organ-organ tubuh. Kemampuan tersebut disebabkan karena jaringan otot mampu berkontraksi. Kontraksi otot dapat berlangsung karena molekul-molekul protein yang membangun sel otot dapat memanjang dan memendek.
Struktur otot tersusun atas berkas – berkas sel panjang ( Miofiber ). Setiap Miofiber mengandung ribuan serat – serat yang lebih halus ( Miofibril ). Seutas miofibril tersusun atas filamen – filamen yang terbuat dari dua macam protein yaitu Myosin dan aktin, yang saling tumpang tindih. Miosin membentuk filamen yang lebih tebal dari aktin.
Mekanisne kerja otot terdiri dari, otot sadar dan tak sadar. Otot sadar bekerja berdasarkan kemauan atau kehendak otak yang akan memberikan kontraksi dan menghasilkan gerakan. Sedangkan otot tak sadar bekerja dibawah kesadaran. Macam – macam otot meliputi otot polos, otot lurik dan otot jantung.
1.      Otot lurik
Struktur otot rangka, Otot rangka merupakan otot yang memiliki ciri khas memiliki lurik didalam serabutnya, sehingga sering disebut juga sebagai otot lurik. Satu bundle otot yang besar terdiri atas fasikulus yang didalamnya terkandung sel-sel serabut otot. Serabut otot memiliki inti yang banyak, lebih dari satu dan terdiri dari myofibril-miofibril yang terbungkus oleh membran sel otot, sarkolema. Masing-masing myofibril terdiri dari dua tipe miofilamen, yaitu aktin dan myosin. Filament aktin lebih tipis dari pada myosin, sehingga sering dinamakan sebagai filament tipis. Kedua macam filament tersebut tersusun atas protein. Filament tipis menyambung dan membentuk struktur menebal yang dinamakan sebagai garis Z. unit fungsional dari otot, sarkomer, terletak di antara dua garis Z.

Seperti yang telah disinggung diatas, filament tebal (miosin) tersusun dari molekul myosin dan terbungkus dalam satu bundle yang panjang. Myosin tersusun atas dua rantai polipeptida dan tiap satu rantai memiliki kepala yang berbentuk seperti pentung/pemukul. Kepala berada pada kedua ujung dan menghadap ke arah luar dari filament. Kepala akan menjadi molekul yang menjembatani interaksi dengan filament tipis sewaktu otot berkontraksi.
Filament tipis memiliki struktur yang lebih kompleks karena terdiri dari tiga macam protein yang berbeda. Punggung dari filamen tersusun dari protein aktin yang tersusun secara double-helix. Tropomiosin merupakan protein kedua yang berada didekat filament aktin dan memanjang pada celah sepanjang filamen. Protein tropomiosin juga memiliki struktur double-helix. Protein ketiga adalah troponin, sebuah kompleks yang tersusun atas tiga protein globular bebrlokasi secara intervalistik dalam filamen. Troponin adalah molekul yang konformasinya sangat tergantung oleh keberadaan ion Ca++ yang merupakan pusat kontrol dari proses kontraksi otot.
Fungsi otot lurik untuk menggerakkan tulang dan melindungi kerangka dari benturan keras.
                                                    
2.      Otot Polos
Otot polos memiliki struktur yang paling sederhana diantara ketiga jesin otot yang ada pada tubuh. Otot polos terdiri dari serabut-serabut otot yang memiliki inti tunggal dan terletak ditengah. Menyusun alat-alat tubuh bagian dalam, seperti saluran pencernaan, pembuluh darah, saluran kelamin, dan dinding rahim. Kerja otot polos tidak dipengaruhi oleh kehendak kita sehingga sering disebut otot tak sadar. Ujung otot polos berbentuk lancip. Serabut otot polos tersusun dalam tumpukan helaian yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya melalui gap junction.
Kontraksi otot polos bersifat ritmis karena mendapat pengaruh atau inervasi dari saraf autonom. Ketika inervasi saraf autonom datang, molekul yang menyampaikan stimulus ke sel otot adalah asetilkolin. Asetilkolin akan menyebabkan otot polos berkontraksi. Pada saat otot polos telah berkontraksi, senyawa norephineprine akan dihantarkan dari akson sel saraf, pada saat itulah otot polos berelaksasi. Karena inervasi yang dilakukan saraf bergantian, supaya tetap dalam homeostatis, maka kontraksi dan relaksasi akan berlangsung secara ritmik dan tetap dibawah pengaruh saraf autonom, simpatis dan parasimpatis. Kontraksi akan dipicu dengan kehadiran asetilkolin dan relaksasi akan dipicu dengan kehadiran senyawa norepinephrine.
                                                    

3.      Otot Jantung
Struktur otot jantung mirip dengan otot rangka karena sama-sama memiliki lurik. Otot jantung memiliki keunikan dibandingkan dengan otot rangka karena otot jantung memiliki percabangan, sedangkan otot rangka tidak punya percabangan, otot jantung memiliki banyak inti sel yang terletak ditengah, dan bekerja secara tak sadar. Percabangan otot jantung tersebut dinamakan sinsitium. Pada otot jantung terdapat struktur khusus yang menghubungkan serabut otot satu dengan yang lain dan berbentuk seperti cakram. Struktur tersebut dinamakan discus interkalaris.Jantung mamalia yang terdiri dari empat ruangan merupakan salah satu sistem otot yang terdapat di dalam tubuh. Struktur otot yang terdapat dalam jantung adalah otot lurik yang bercabang. Pembuluh darah yang berhubungan dengan jantung memiliki struktur yang berbeda dengan struktur otot jantung.
Pembuluh darah arteri (artery). Arteri memiliki struktur yang bagian tunika medianya terdiri dari otot polos yang tebal. Inervasi berasal dari sistem saraf autonom. Arteri memiliki struktur otot polos yang tebal karena berfungsi dalam membawa darah yang bertekanan tinggi.

Otot yang menyusun bagian jantung ketebalannya tergantung dari letak otot itu sendiri. Bagian otot jantung yang tebal terdapat pada ventrikel. Hal tersebut dikarenakan fungsi ventrikel yang berkaitan dengan pemompaan darah. Ventrikel sering berkontraksi sehingga otot berstruktur tebal dan menghasilkan tekanan darah yang tinggi saat dialirkan. Otot yang bekerja pada ventrikel kiri memiliki struktur yang paling kuat dan tebal. Ventrikel kanan juga memiliki struktur yang tebal, namun tidak setebal otot ventrikel kiri. Atrium memiliki otot jantung yang relatif tipis karena fungsinya hanya meruoakan tempat penerimaan darah dan kerja yang dilakukan tidak seberat yang dilakuakn oleh ventrikel, baik atrium kanan maupun atrium kiri. Sementara itu, katup jantung merupakan struktur yang tidak terlalu tebal, karena fungsinya hanya mencegah darah agar tidak kembali ke dalam ruangan sebelumnya saat mengalir. Serabut Purkinje merupakan suatu serabut neuromuscular, berfungsi untuk menghantarkan rangsang berupa denyut jantung ke bagian lain dari bagian AV-node. Sel serabut Purkinje umumnya berukuran lebih besar dibandingkan dengan sel otot jantung biasa.
Fungsi otot jantung adalah untuk memompa darah ke luar jantung

                                                        

4.      Syaraf
Sistem syaraf anda terdiri dari susunan  syaraf tulang belakang dan susunan syaraf di kepala, dimana keduanya dihubungkan langsung dengan impuls syaraf ke otak untuk mengendalikan dan mengkoordinir hampir seluruhnya dari bagian tubuh anda. Struktur jaringan otot yang menghubungkan otak dengan semua bagian tubuh, yang membawa perasaan tertentu ke otak dan mengirimkan berita dari otak ke bagian tubuh yang lain. Otot syaraf terletak pada organ sistem syaraf pusat, inti sel banyak dan tersebar, bekerja secara tidak sadar. Fungsi yang utama seperti daya ingat dan pendengaran juga berhubungan dengan otak.

                                                      





5.      Vena

Otot vena teletak pada pembuluh darah, memiliki jaringan yang menumpuk sehingga sulit menemukan inti sel. Otot vena hanya memiliki satu inti sel teletak di tengah. Sel – sel nya tipis bekerja secara tidak sadar. Vena berfungsi mengembalikan darah dari organ-organ yang lain ke jantung.

                                                       

Pada manusia terdapat beberapa masalah atau gangguan kesehatan pada otot yang terdapat pada tubuh yaitu :

1.      Kelelahan Otot  adalah suatu keadaan di mana otot tidak mampu lagi melakukan kontraksi sehingga mengakibatkan terjadinya kram otot atau kejang-kejang otot.
2.      Astrofi Otot adalah penurunan fungsi otot akibat dari otot yang menjadi kecil dan kehilangan fungsi kontraksi. Biasanya disebabkan oleh penyakit poliomielitis.
3.      Distrofi Otot adalah suatu kelainan otot yang biasanya terjadi pada anak-anak karena adanya penyakit kronis atau cacat bawaan sejak lahir.
4.      Kaku Leher / Leher Kaku / Stiff adalah suatu kelainan yang terjadi karena otot yang radang / peradangan otot trapesius leher karena salah gerakan atau adanya hentakan pada leher serta menyebabkan rasa nyeri dan kaku pada leher seseorang.
5.      Hipotrofit Otot adalah suatu jenis kelainan pada otot yang menyebabkan otot menjadi lebih besar dan tampak kuat disebabkan karena aktivitas otot yang berlebihan yang umumnya karena kerja dan olahraga berlebih.
6.      Hernis Abdominal adalah kelainan pada dinding otot perut yang mengakibatkan penyakit hernia atau turun berok, yaitu penurunan usus yang masuk ke dalam rongga perut.


 


BAB 4

v  Kesimpulan
1.      Otot ( Musculus ) adalah sebuah jaringan konektif dalam tubuh yang tugas utamanya kontraksi. Kontraksi otot digunakan untuk memindahkan bagian-bagian tubuh & substansi dalam tubuh.
2.      Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang fungsinya menggerakkan organ-organ tubuh. Kemampuan tersebut disebabkan karena jaringan otot mampu berkontraksi. Kontraksi otot dapat berlangsung karena molekul-molekul protein yang membangun sel otot dapat memanjang dan memendek
3.      Struktur otot tersusun atas berkas – berkas sel panjang ( Miofiber ). Setiap Miofiber mengandung ribuan serat – serat yang lebih halus ( Miofibril ). Seutas miofibril tersusun atas filamen – filamen yang terbuat dari dua macam protein yaitu Myosin dan aktin, yang saling tumpang tindih. Miosin membentuk filamen yang lebih tebal dari aktin.
4.      Otot polos berbentuk gelondong dengan kedua ujungnya meruncing, memiliki satu inti sel yang terletak ditengah. Menyusun alat-alat tubuh bagian dalam, seperti saluran pencernaan, pembuluh darah, saluran kelamin, dan dinding rahim. Kerja otot polos tidak dipengaruhi oleh kehendak kita sehingga sering disebut otot tak sadar. Otot polos memiliki gerakn yang lambat tetapi teratur dan tidak cepat.
5.      Otot lurik  berbentuk silindris dan memiliki banyak inti sel yang terletak di pinggir. Memiliki bagian gelap dan terang berselang seling sehingga terlihat lurik. Otot lurik melekat pada rangka ( tulang ) sehingga disebut otot rangka. Ujung oto lurik ada yang melekat pada tulang di sebut tendon ( urat otot ), ada juga yang melekat pada kulit. Kerja oto lurik dipengaruhi oleh kehendak atau kemauan otak sehingga disebut otot sadar.
6.      Otot jantung memiliki struktur mirip dengan otot lurik hanya saja otot jantung bercabang dan memiliki banyak inti sel yang terletak di tengah dan bekerja secara tak sadar.
  1. Otot syaraf struktur jaringan otot yang menghubungkan otak dengan semua bagian tubuh, yang membawa perasaan tertentu ke otak dan mengirimkan berita dari otak ke bagian tubuh yang lain. Otot syaraf terletak pada organ sistem syaraf pusat, inti sel banyak dan tersebar, bekerja secara tidak sadar.
  2. Otot vena teletak pada pembuluh darah, memiliki jaringan yang menumpuk sehingga sulit menemukan inti sel. Otot vena hanya memiliki satu inti sel teletak di tengah. Sel – sel nya tipis bekerja secara tidak sadar
  3. Fungsi otot adalah melakukan gerakan bersama tulang, mengalirkan darah, mengedarkan sari makanan dan mengerakan jantung.
  4. Masalah atau gangguan pada otot yaitu Kelelahan otot, Astrofi otot, Distrofi otot, Kaku leher, Hipotrofit otot, Hernis abdominal.





DAFTAR PUSTAKA
Hickman, C. P., L. S. Roberts, & A. Larsson. 2001. Integrated principles of zoology. 11 ed. New York, McGraw-Hill: xix + 899 hlm.

Miller, & Harley. 2001. Zoology book: The animal kingdom. 5th ed. New York, McGraw-Hill: 540 hlm.

Swan, J. 2006. Muscular system. Adobe.com.


Anonim, 2006. Knowledge Antomi. Progam animasi anatomi

Tenzer, Amy. 2003. Petunjuk Praktikum Struktur Hewan II. Malang. Jurusan Biologi UM















Tidak ada komentar:

Posting Komentar